• Home
  • Travel
  • Life Style
  • About
  • Contact

sumita's journey

google twitter instagram

Halo teman-teman!

Gimana nih kabarnya? Pernah gak sih kalian mendengar istilah lingkungan toxic atau teman toxic? Toxic itu sendiri berasal dari bahasa Inggris yang kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia berarti racun. Lalu, apa sih artinya lingkungan toxic? Lingkungan toxic alias racun adalah lingkungan yang dapat membawa seseorang ke dalam pengaruh yang buruk. Lingkungan toxic ini dapat berupa lingkungan pertemanan, pekerjaan, percintaan, atau bahkan dalam lingkungan keluarga sendiri.
Sebagai contoh, pernahkah kamu menonton kisah Soe Hok Gie dalam film ‘Gie’? Atau pernahkah kamu membaca buku catatan beliau yang sudah dibukukan? Film dan buku tentang sosok Soe Hok Gie dapat menjadi sebuah referensi bagi kita dalam menghadapi lingkungan yang toxic. Soe Hok Gie pernah berada dalam lingkungan yang toxic yang tidak sesuai dengan hati dan jiwa beliau. Lalu, dengan tegas ia memilih pergi kemudian mengatakan, “Lebih baik aku diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan.”

Apakah temen-temen memiliki lingkungan pertemanan yang terindikasi sebagai lingkungan teman toxic? Lalu gimana sih cara kita mengambil sikap jika kita merasa berada dalam lingkungan seperti itu? Nah, berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat kita lakukan apabila merasa berada dalam lingkungan teman toxic.

1.Pahami Dirimu Sendiri
Yang pertama yang pastinya harus kita lakukan adalah memahami diri sendiri. Tanya terlebih dahulu kepada diri kamu sendiri, apakah benar kamu sedang berada di lingkungan ‘beracun’ atau hanya kamu yang tidak mampu berpikiran terbuka? Evaluasi dirimu terlebih dahulu sebelum kamu menilai orang lain. Menilai diri sendiri emang lebih sulit untuk dilakukan daripada menilai orang lain.

2.Pahami Orang Lain
Setelah bisa memahami diri sendiri, yang harus kamu lakukan dalah memahami orang lain. Apa sih maksudnya? Memahami orang lain itu berarti kita harus berpikiran bahwa gak selamanya yang berbeda dengan kita adalah hal yang salah. Nah, mungkin saja orang lain memiliki kebiasaan-kebiasaan yang menurut kita adalah toxic, tetapi kita tidak pernah tahu apa maksud dari dia melakukan kebiasaan tersebut. Bisa saja kebiasaan itu justru cara dia untuk mengungkapkan rasa sayangnya pada kita. Kita juga gak boleh memaksa mereka bertindak seperti yang apa kita inginkan, jika kita melakukan pemaksaan seperti itu, maka letak gelar ‘toxic’ itu justru ada pada diri kita.

3.Diskusikan dengan Temanmu yang Lain
Kalau kita sudah melakukan langkah pertama dan kedua, kemudian kita yakin bahwa kita berada di lingkungan teman toxic, maka kita harus melakukan pembicaraan nih. Kita bisa mendiskusikan tentang lingkungan yang toxic dengan teman yang sedang tidak berada dalam lingkungan tersebut. Mintalah pendapat dari teman kamu yang lain tentang lingkungan yang menurut kamu toxic itu. Minta juga sama mereka saran tentang apa yang harus kamu lakukan selanjutnya. Setelah itu, gunakanlah pendapat dan saran dari mereka sebagai masukan, jangan ditelan mentah-mentah begitu saja.

4.Ajak Salah Satu dari Teman yang Toxic Bicara
Setelah melakukan pembicaraan dengan teman yang sedang tidak berada pada lingkungan yang sama. Kamu juga harus membicarakan tentang hal ini kepada salah satu teman yang kamu anggap salah satu dari lingkungan toxic tersebut. Ajaklah bicara salah satu teman toxic namun memiliki kedekatan yang cukup baik dengan kamu. Mintalah pendapatnya dan sarannya terkait lingkungan toxic yang ada dalam lingkaranmu atau lingkaran kalian berdua. Lakukanlah mediasi dengan cara yang baik. Bertindaklah sebagai teman yang meminta saran dari temannya. Ingat, selalu berhati-hati dalam memilih kata, jangan sampai salah memilih kata, yang dapat menyinggung perasaan temanmu.

5.Ajaklah Temanmu ke Arah yang Lebih Baik
Jika kamu telah melakukan langkah yang pertama sampai langkah keempat dan sudah yakin bahwa kamu berada dalam lingkungan yang toxic, maka yang perlu kamu lakukan adalah mengajak teman-temanmu yang berada di dalam lingkungan toxic tersebut untuk berubah. Berubah seperti apa sih? Tentu aja berubah ke arah yang lebih baik ya. Pahami terlebih dahulu apa yang salah dari lingkunganmu, lalu buatlah lingkungan tersebut memperbaiki kesalahannya.
Misalnya nih kamu berada dalam sebuah lingkungan pekerjaan yang sering banget melupakan waktu untuk beribadah tepat waktu. Kamu bisa nih ngajak teman-temanmu yang berada dalam lingkungan tersebut untuk beribadah tepat pada waktunya dan menunda pekerjaannya terlebih dahulu. Ajak secara perlahan tentunya, yang paling penting jangan memaksa. Jika dirasa mengalami kesulitan saat melakukannya, kamu bisa mengajak temanmun yang sebelumnya pernah kamu ajak bicara. Mintalah bantuan pada temanmu untuk mewujudkan lingkungan yang lebih baik. Apabila dia teman yang baik, pasti dia akan mendukungmu.

6.Pergi dari Lingkungan Toxic
Kalau kita sudah melakukan mediasi dengan pembicaraan, kemudian juga sudah mengajak dan berusaha mengubah lingkungan yang toxic menjadi lingkungan yang lebih baik namun kita tetap menemukan jalan buntu, maka kita harus bisa mengambil sikap. Sikap seperti apa  sih yang dimaksud? Sikap yang pastinya tegas dan jelas, yaitu bertahan atau pergi.
Semisalnya kamu yakin kamu tidak akan mendapat pengaruh yang buruk dengan berada di lingkungan yang toxic, maka bertahan saja, sambil tetap melakukan langkah kelima tadi. Bertahan bukan berarti menyerah pada keadaan ya. Tetapi, apabila kamu merasa sudah tidak kuat dan tidak mampu menahan diri dari pengaruh buruk yang datang, maka hal yang perlu kamu lakukan adalah pergi. Tentu, memutuskan untuk pergi merupakan suatu keputusan yang berat, tapi yakinlah kalau kamu terus-terusan berada pada lingkungan yang buruk, maka kamu juga akan mendapat keburukan tersebut.

Nah, itulah langkah-langkah yang dapat kamu lakukan dalam menghadapi sebuah lingkungan yang terindikasi toxic. Semoga tulisan ini mampu menjadi referensi bagi teman-teman semua.

Share
Tweet
Pin
Share
6 komentar

Perpustakaan

Gedung atau ruang perpustakaan merupakan sebuah sarana penting dalam perpustakaan. Perpustakaan sebagai unit pelayanan jasa harus memiliki sarana kerja yang cukup untuk menampung semua koleksi, fasilitas, staf dan kegiatan perpustakaan sebagai unit kerja.
Tata ruang adalah suatu wujud struktur ruang dan pola pemanfaatan ruang, baik direncanakan maupun tidak. Dalam kegiatan pengaturan ruang baca perpustakaan agar nyaman dan aman maka diperlukan adanya ilmu tata ruang. Ilmu dalam tata ruang baca di perpustakaan sangat dibutuhkan karena merupakan salah satu aspek pembinaan perpustakaan yang memiliki pengaruh dan peranan yang sangat besar dalam memperlancar layanan maupun pelaksanaan fungsi perpustakaan.
Selain istilah tata ruang perpustakaan ada juga istilah desain interior perpustakaan. Desain interior adalah Ilmu yang mempelajari perancangan suatu karya seni yang ada di dalam suatu bangunan dan digunakan untuk memecahkan masalah manusia. Perancangan interior meliputi bidang arsitektur yang melingkupi bagian dalam suatu bangunan, seperti ruang, warna, pencahayaan, pemilihan, dan penempatan perabotan serta sirkulasi udara. Desain interior dilakukan agar pengunjung tertarik untuk mengunjungi suatu tempat, dalam hal ini perpustakaan.
Jadi, tata ruang dan desain interior perpustakaan memiliki definisi yang berbeda, akan tetapi keduanya saling berkaitan. Desain interior ada untuk membantu agar hasil dari tata ruang lebih terlihat apik dan indah, sehingga pemustaka akan merasa tertarik untuk mengunjungi perpustakaan.

Share
Tweet
Pin
Share
10 komentar
Varian Masker Organik by Belsbeauty

Hallo teman-teman!
Sekarang ini lagi musim banget istilah wajah shining, shimmering, splendid. Biasanya istilah itu digunakan untuk memuji orang yang punya kulit mulus dan glowing banget. Pastinya kita juga pengen dong punya kulit yang sehat, mulus dan glowing seperti itu.
Nah, sekarang ini banyak banget produk-produk yang diproduksi untuk kulit wajah kita. Ada berbagai macam varian dan tentunya dengan manfaat yang berbeda-beda yang pastinya buat mahasiswa-mahasiswa atau pelajar harganya gak affordable banget alias mahal.
Nah untuk kalian yang pengen punya kulit wajah sehat, mulus, dan glowing tapi dengan biaya yang affordable bisa nih coba OrganicMask by Belsbeauty yang tentunya berkualitas bagus tapi harganya dapat dijangkau, khususnya dijangkau oleh pelajar.

Emangnya beneran bisa bikin glowing?
Emangnya beneran bisa bikin mulus?
Beneran gak tuh?

Nah, masker organik ini bebas dari campuran kimiawi jadi gak perlu khawatir akan efek samping yang ditimbulkan. Tentunya buat dapetin hasil yang maksimal kamu harus rajin menggunakannya secara rutin. Karena sejatinya gak ada perawatan yang instan langsung memutihkan ataupun menghaluskan kulit.

Berapa sih harganya? Banyak gak kak isinya?



Untuk range harga sendiri dimulai dari 35.000 – 50.000 tergantung masker varian apa yang pengen kamu beli nantinya, isinya tentunya banyak dan bisa kamu pakai berkali-kali. Tentunya setiap varian punya manfaatnya masing-masing. Contohnya untuk kamu yang pengen bebas dari jerawat bisa nih coba varian greentea, atau kamu yang pengen memudarkan bekas jerawat yang hitam-hitam bisa coba varian coffee, dan masih banyak lagi.
Kamu bisa lihat varian masker yang tersedia dan juga manfaatnya di official instagramnya @belsbeauty_id
Nah tunggu apalagi? Yuk di cek official instagramnya dan pilih masker sesuai kebutuhan kulitmu!

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Pernah gak sih kalian melihat sebuah quotes yang bertuliskan "Self-love isn't selfish, it's impotant."? Nah, apa yang ada di pikiran kalian saat ngeliat quotes tersebut?
Kebanyakan dari orang akan salah memahami arti quotes tersebut sehingga berpendapat bahwa self-love atau mencintai diri sendiri adalah suatu hal yang egois. Padahal, self-love itu sangat berbeda dengan konsep egois itu sendiri. Self-love atau mencintai diri sendiri artinya kita menerima dan menghargai semua hal yang terkait dengan diri kita sendiri baik fisik, pikiran maupun hati. 

Mencintai diri sendiri  itu merupakan hal yang penting dalam hidup kita. Karena tanpa kita sadari dengan mencintai diri sendiri, kita akan memiliki pandangan yang positif terhadap hidup. Kita dapat merasakan hidup tanpa perlu memikirkan beban yang berujung pada stress. Dengan meningkatkan self-love, kita juga dapat merasakan bahagia dengan cara yang sederhana.

Seringkali kita terlalu fokus pada kekurangan yang ada pada diri kita, kita cenderung memikirkan perkataan orang lain sehingga kita menjadi stress. Kita hanya menghabiskan waktu pada kekurangan dan kesalahan kita dan hanya meratapi keterpurukan tersebut seolah kekurangan dan kesalahan kita akan menetap selamanya dalam diri kita. Terkadang kita lupa bahwa selain kekurangan kita juga memiliki kelebihan. Kita kurang memperhatikan diri kita sendiri dan terlalu fokus dengan pandangan orang lain yang membuat kita tidak puas dengan diri kita sendiri dan lupa bahwa ada hal yang dinamakan "self-improvement" yang dapat membuat kita menjadi lebih baik lagi.

Self-improvement itu sendiri tidak akan dapat terwujud jika kita tidak menerapkan self-love dalam diri kita. Ada banyak cara untuk mencintai diri kita sendiri, seperti belajar untuk memaafkan diri sendiri dan merelakan apa yang telah terjadi di masa lalu, karena apa yang terjadi di masa lalu tidaklah dapat diubah. Jadikan kesalahan atau kegagalan di masa lalu sebagai bahan pembelajaran untuk berubah menjadi pribadi lebih baik. Selain itu, kita juga sering mendengar istilah "Me Time" atau waktu bagi diri sendiri untuk menjernihkan pikiran kita.

Lalu apa saja yang bisa dilakukan untuk mencintai diri sendiri, bahkan saat keadaan kita sedang tidak baik-baik saja? Seperti cinta kepada orang lain, di situ jugalah letak ujiannya. 5 hal ini bisa kita lakukan untuk memberikan cinta pada diri sendiri. Yuk, mulai membiasakannya!

1. Maafkanlah kesalahan
Setiap orang tentu bisa salah; setiap hari, serta dalam berbagai hal termasuk dalam keuangan dan percintaan. Rasanya memang gak enak banget ketika sadar bahwa kita salah ambil langkah. Tapi percayalah, kamu sudah selangkah lebih maju dari ‘dosa’ kamu itu dengan menyadari bahwa kamu telah membuat kesalahan. Nah, langkah selanjutnya adalah: maafkan dirimu.

2. Utamakan dirimu 
Kalau kamu percaya pada astrologi, orang-orang yang memiliki zodiak Pisces dan Cancer biasanya disebut punya karakter yang mementingkan orang lain sebelum dirinya. Tapi bagaimanapun sikap mengutamakan perasaan dan kepentingan sendiri ini bisa terasa susah bagi siapa pun yang punya kecenderungan itu. Yakinlah bahwa ini bukan hal yang salah bahwa kamu juga perlu ruang, perlu waktu, serta perlu tenaga dan emosi untuk mengurus kebahagiaan sendiri dulu sebelum menyelamatkan orang lain.

3. Kenali kekuatan dirimu
Memang sih, lebih mudah untuk fokus ke kekurangan diri dan apa kata orang (yang negatif) soal diri ketimbang percaya diri dengan diri ini sepenuhnya. Tapi yang harus kamu tau, tidak ada orang yang terlahir tanpa potensi, yang tentunya bisa terus diasah sepanjang hidup kita hingga menjadi sumber kekuatan kita. Terima saja betis besar yang kamu punya (atau hal-hal lain yang tidak bisa kita ubah) tetapi kamu adalah orang yang pendapatnya didengarkan, misalnya, dalam hal fashion, karier, atau nasihat bisnis. Ketika orang lain percaya, berarti di situlah kekuatanmu.

4. Lakukan hal yang kamu sukai
Prioritas dan pertimbangan tiap orang dalam memilih pekerjaan memang berbeda, tetapi pada dasarnya semua punya kebutuhan yang sama: melakukan hal yang kamu sukai. Ini perlu dilakukan agar diri bisa merasakan kesenangan batin, serta menyalurkan energi negatif sehingga tak berdampak negatif pada kesehatan mental kita. Jadi selain istirahat, lakukan yang membuat hari senang juga, ya!

5. Menjauh dari orang-orang yang membawa berpengaruh buruk
Kamu pasti tahu persis bedanya merasa bersemangat dan positif dengan ketika merasa lelah secara emosi dan psikologis setelah ketemu orang lain. Kalau yang kedua jawabannya, sebaiknya mulai batasi interaksi dengan orang-orang tersebut, karena memutuskan pertemanan begitu saja tentu bukan pilihan yang bijak.

Selain lima hal yang tertulis di atas, hal terakhir yang tentunya nggak kalah penting adalah merayakan setiap keberhasilan kecil yang telah berhasil kamu capai. Ini merupakan wujud terimakasih atas upaya diri sekaligus menyemangati diri kamu lagi agar bisa terus berusaha lebih di kesempatan selanjutnya. Yuk, mulai. Percayalah, kamu pasti bisa!

Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Newer Posts
Older Posts

About me




Part time student, full time traveller.

Follow Me

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2019 (8)
    • ▼  Desember (4)
      • Terjebak di Lingkungan Toxic, Harus Bagaimana Ya?
      • Apa itu Tata Ruang Perpustakaan?
      • SUMITASC X BELSBEAUTY
      • Self-Love: Bukan Soal Ego, Tapi Soal Penerimaan Diri
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (1)

Stat Counter

View My Stats
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by BeautyTemplates